IPB Badge

Kajian Pemanfaatan Limbah Organik Cair untuk Pembiakan Masal Agens Antagonis Pseudomonas flourescens serta Uji Potensinya sebagai Bio-PestisidaKajian Pemanfaatan Limbah Organik Cair untuk Pembiakan Masal Agens Antagonis Pseudomonas flourescens serta Uji Potensinya sebagai Bio-Pestisida

Pseudomonas fluorescens merupakan bakteri agens pengendalian hayati yang sangat berpotensi mengendalikan patogen tumbuhan. Namun, prospek penggunaan-nya sebagai agen pengendalian hayati di lapangan dihadapkan pada kendala mahalnya biaya pembiakan masal. Penelitian bertujuan mengkaji pembiakan P. fluorescens pada limbah organik cair dan menformulasikannya sebagai biopes-tisida. Hasil penelitian menunjukkan air kelapa sangat baik digunakan untuk per-tumbuhan P. fluorescens dengan memodifikasi pH hingga mencapai pH 7. Limbah cair peternakan dengan modifikasi penambahan 10% ekstrak hewani dapat mendukung pertumbuhan P. fluorescens. Limbah cair proses pembuatan tahu dan limbah sampah cair menjadi media pertumbuhan bakteri yang baik dengan penambahan 10% ekstrak hewani dan 1,25% gula pasir. Penggunaan 5% tetes tebu ditambah 10% ekstrak hewani dan 2,5% gula pasir sangat baik bagi pertumbuhan P. fluorescens. P. fluorescens yang ditumbuhkan pada limbah termodifikasi memiliki aktivitas penghambatan pertumbuhan Ralstonia solanacearum dan Sclerotium rolfsii. Daya tahan bakteri pada penyimpanan suhu ruang dan suhu dingin (4oC) sekitar 12 minggu dengan tingkat efektifitas penekanan patogen dan populasi bakteri tinggi. Diperoleh adanya efektivitas penekanan penyakit busuk pangkal batang oleh S. rolfsii pada tanaman semangka serta peningkatan pertumbuhan tanaman pada perlakuan dengan P. fluorescens yang dibiakkan pada limbah cair.

sumber: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7389

PERTANIAN INDONESIA

Indonesia adalah negara agraris.. Kaya akan sumber daya alam dan semua potensi yangterkandung di dalamnya.. Mengapa kita harus serba berkekurangan di tempat yang seperti surga ini..?

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksisemata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Sebagian besar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian termasuk di Indonesia. Pertanian memerlukan ilmu dan teknologi dalam mengelolah tanah ,tanaman , ternak dan beberapa bidang pertanian lainnya.

Negara Indonesia memiliki potensi yang sangat baik di bidang pertanian karena di Indonesia memiliki kualitas tanah yang baik sebagai media tanam. Akan tetapi di zaman yang semakin maju ini kurangnya teknologi yang mendukung dapat menjadi faktor penghambat dalam majunya pertanian di negara ini. Cara pengelolaan yang kurang baikpun menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan mutu hasil roduksi yang kurang baik sehingga kerap kali kita masih mendengar adanya bencana kelaparan di negara yang memiliki potensi di bidang pertanian ini

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
Bookmarks